JASA PERBAIKAN GARMENT DAN TEXTIL

Jasa Perbaikan Garment dan Textil
Alasan kami mendirikan jasa perbaikan Garment dan Textil adalah karena di perusahaan garment dan textil masih terdapat produk / barang yang reject atau rusak, sehingga diperlukan suatu usaha untuk memperbaiki produk / barang yang reject atau rusak tersebut. Kami menjamin kualitas produk / barang yang telah kami proses menjadi lebih layak untuk dipasarkan.

Proses perbaikan yang kami jalankan dapat dilihat pada bagan berikut :
Jenis-jenis kerusakan yang dapat kami perbaiki adalah sebagai berikut :
No
Jenis Kerusakan
Penyebab
1
Abrassion Mark
Defect suatu area yang disebabkan oleh friction, dapat berupa lecet penipisan warna / bulu, dsb.
2
Barre
Defect berupa suatu pola belang berulang dan bar berulang yang biasanya searah selebar kain pada kain.
3
Bow
Defect terlihat bila dalam kondisi relax, benang pakan pada wofen atau course pada kain rajut dari satu baris ke baris berikutnya seharusnya tegak lurus pinggiran kain, tapi yang terjadi melengkung selebar kain.
4
Brokend End
Defect pada kain wofen, ada benang yang hilang dikarenakan ada putus benang pada arah panjang kain.
5
Broken Filamen
Defect pada kain multi filament, terdapat putus pada satu atau lebih filaments.
6
Broken Pick
Defect pada kain wofen, ada benang yang hilang dikarenakan ada putus benang kearah lebar.
7
Clip Mark
Defect pada kain bagian pinggir kearah dan memanjang sepanjang kain disebabkan oleh tekanan rol / bagian dari rol pada mesin.
8
Coarse end / pick
Defect pada kain wofen, terdapat ukuran benang yang lebih besar dari yang lain, bisa itu kearah lebar maupun kepanjang.
9
Crease
Defect pada kain dapat berupa recahan atau garis disebabkan oleh lipatan yang tajam.
10
Crease Mark
Defect pada kain yang disebabkan oleh lipatan yang tidak dapat dihilangkan selama proses pembuatan kain tersebut.
11
Curled Selvage
Defect pinggiran kain / pinggiran kain over left.
12
Cut Selvage
Defect selvage brudul / rusak.
13
Dead Cotton
Defect berupa neps berupa serabut kapas pada kain dimana warnanya berbeda dengan warna disekitarnya.
14
Doctor Streak
Defect pada kain printing, berupa gelombang / bayangan berwarna putih / lainnya menyebar searah panjang kain dikarenakan pisau doctor.
15
Double Pick
Defect dikain wofen, terjadi double pakan.
16
Draw-Back
Defect pada kain wofen dimana dalam satu lusi terdapat yang tegang dan yang longgar.
17
Dropped Stitch
Defect pada kain rajut, dimana ada jump stich.
18
Dye Spot
Defect disuatu area terjadi adanya pelunturan yang disebabkan oleh penyerapan yang tidak seimbang dari bahan-bahan zat warna.
19
End Out
Defect disebabkan bagian pinggir kain tidak ada lusinya.
20
Filling Bar
Defect pada kain wofen, dimana searah lebar kain tiba-tiba merapat kemudian normal lagi.
21
Float
Defect pada kain wofen, dimana benang lusi / pakan tidak terikat.
22
Flyer
Defect disebabkan serat yang tidak berguna yang berasal dari proses weaving nempel di kain.
23
Fuzzy
Defect dimana terlihat nampak berbulu dikarenakan putus serat / filament.
24
Hole
Defect bolong, disebabkan rusaknya lusi / pakan sehingga terbentuk lubang.
25
Loopy Selvage
Defect bagian pinggir kain sehingga lebar kain berbeda.
26
Loose Course
Defect di kain rajut dimana widthwise lebih besar / lebih kecil / jeratan dipinggirannya lebih panjang dari yang tengah
27
Miss Pick
Defect di kain wofen disebabkan adanya retakan pada pola patrun.
28
Miss Print
Defect di kain printing, warna atau pola atau bahkan keduanya semuanya atau sebagian hilang.
29
Miss-Knit
Defect di kain rajut, kesalahan diakibatkan dari desain pola rajut.
30
Mixed End / Filling
Defect di kain tenun disebabkan kesalahan penggunaan benang.
31
Nep
Defect pada kain disebabkan adanya gumpalan serat yang tidak bisa di recah.
32
Pills
Defect pada kain yang berupa gumpalan fiber yang tertahan oleh serat pada kain.
33
Pin Mark
Lubang di sepanjang pinggiran kain.
34
Press-Off
Pada kain rajut dimana benang tidak terajut sehingga rajutan terbuka.
35
Reed Mark
Defect pada kain tenun menggumpal pada bagian lusi, bisa itu continue maupun berinterval.
36
Rope Mark
Defect pada kain celup / finish terdapat serpihan bergelombang yang panjang akibat dari mekanik.
37
Set Mark
Defect stopmark akibat mesin tenunnya mati.
38
Shiner
Defect pada kain biasanya pendek disebabkan ada bagian yang mengkilap dari filamen.
39
Shuttle Mark
Defect di kain wofen berupa bar lebar kain disebabkan lusi tertabrak dari shuttle.
40
Skew
Defect yang terlihat bila setelah di relax, bagian lusi / course pada rajut bersudut dari tepi kearah lebar kain.
41
Slack End / Pick
Defect disebabkan oleh benang lusi atau pakan terlalu tegang.
42
Slub
Defect benang menebal.
43
Snag
Defect benang dalam kain tertarik.
44
Split-Stitch
Pada kain rajut dimana setelah di kejerat kemudian tidak.
45
Spot
Defect noda kecil di area kain.
46
Stam
Defect kelunturan.
47
Stopmark
Defect pada kain tenun disebabkan mesin tenun tiba-tiba berhenti sehingga terjadi perbedaan tegangan pada kain.
48
Tight End
Defect pada kain tenun disebabkan tegangan lusi terlalu tegang.
49
Tight Pick
Defect pada kain tenun disebabkan tegangan pakan terlalu tegang.
50
Tight Selvage
Defect di kain tenun dimana pinggiran terlalu tegang.
51
Tight Twist End
Defect pada kain disebabkan twist pada lusi terlalu banyak.
52
Tucking Defect
Defect dikarenakan tuck yang tidak diharapkan.
53
Uneven Dyeing
Defect pencelupan tidak rata.
54
Warp Streak
Defect berupa bar sepanjang kain.
55
Wavy Face
Defect kain bergelombang kemungkinan disebabkan oleh diameter benang yang berbeda.
56
Wrinkle
Crease yang pendek dan tidak beraturan.
57
Wrong Draw
Defect disebabkan kesalahan dalam proses warping

Tahapan Penggunaan Jasa Perbaikan
A.  Tahapan Awal :
1.      Analisa kerusakan pada setiap produk / barang.
2.      Pemilihan pekerjaan yang akan dilakukan.
3.      Persetujuan biaya jasa yang dibutuhkan.
4.      Penandatanganan kontrak.
B.  Tahapan Perbaikan :
1.      Analisan ulang setiap produk / barang yang akan diperbaiki.
2.      Pemilihan metode perbaikan yang tepat.
3.      Proses perbaikan produk / barang.
C.  Tahapan Akhir
1.      Pengecekan produk / barang yang telah diperbaiki.
2.      Pembayaran Jasa Keseluruhan.
3.      Penyerahan produk / barang kepada pelanggan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar